Sunday, 10 April 2016

1. IONIAN

Ionian adalah tangga nada Mayor yang sering kita dengar, yaitu :do - re - mi - fa - sol - la - si - do`, adapun tangga nada ini mempunyai jarak interval yang telah ditentukan secara internasional, yaitu :
1 . do - re  : 1
2 . re - mi  : 1
3 . mi - fa  : 1/2
4 . fa - sol : 1
5 . sol - la : 1
6 . la - si   : 1
7 . si - do  : 1/2

Melihat keterangan yang tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ionian adalah susunan tangga nada Mayor yang dimulai dari nada do.
Sebagai contoh adalah tangga nada C ( Natural ), disebut tangga nada Natural/Asli karena dalam tangga nada C belum ada tanda Kruis/Kres ( ) dan tanda Mol b ).
Contoh tangga nada C adalah :

c - d - e - f - g - a - b - c`

Jarak interval dari tangga nada C tersebut adalah :
1 . c - d  : 1
2 . d - e  : 1
3 . e - f  : 1/2
4 . f - g  : 1
5 . g - a  : 1
6 . a - b  : 1
7 . b  - c`: 1/2

Bila dituliskan dalam notasi balok dan Tablature ( TAB ), adalah :

Chord

Chord atau akor adalah susunan dari 3 nada atau lebih yang dibunyikan secara bersama. Akor juga disebut Trinada bila susunan nadanya terdiri dari 3 nada.
Sebagai dasar penghitungan jarak interval chord adalah jarak interval yang ada pada tangga nada C ( tangga nada natural ), yaitu :

c - d - e - f - g - a - b - c`

Jarak interval dari tangga nada C tersebut adalah :
1 . c - d  : 1
2 . d - e  : 1
3 . e - f  : 1/2
4 . f - g  : 1
5 . g - a  : 1
6 . a - b  : 1
7 . b  - c`: 1/2

Susunan tingkatan chord adalah :

  • Chord  ke-1 adalah Mayor, yang dilambangkan dengan huruf Romawi besar yaitu I
  • Chord  ke-2 adalah minor, yang dilambangkan dengan huruf Romawi kecil yaitu ii
  • Chord  ke-3 adalah minor, yang dilambangkan dengan huruf Romawi kecil yaitu iii
  • Chord  ke-4 adalah Mayor, yang dilambangkan dengan huruf Romawi besar yaitu IV
  • Chord  ke-5 adalah Mayor, yang dilambangkan dengan huruf Romawi besar yaitu V
  • Chord  ke-6 adalah minor, yang dilambangkan dengan huruf Romawi kecil yaitu vi
  • Chord ke-7 adalah dim ( diminished ), yang dilambangkan dengan huruf Romawi kecil yaitu viio
Ada beberapa rumus untuk menentukan sebuah chord, antara lain adalah :

1 . Mayor ( Major ) : mempunyai jarak interval 2 - 1,5
                                   Misal akor C : c - e - g
                                   Jarak intervalnya adalah :
                                   * c - e     : 2
                                   * e - g     : 1,5

2 . Minor ( minor )  : mempunyai jarak interval 1,5 - 2
                                   Misal akor Am : a - c - e
                                   Jarak intervalnya adalah :
                                   * a - c     : 1,5
                                   * c - e     : 2

3 . Diminished         : mempunyai jarak interval 1,5 - 1,5
                                   Misal akor D#dim : d# - f# - a
                                   Jarak intervalnya adalah :
                                   * d# - f#     : 1,5
                                   * f#  - a      : 1,5

Rumus di atas adalah rumus pokok yang dipergunakan sebagai dasar penghitungan jarak interval untuk menentukan chord ( akor ), hal ini dikarenakan banyaknya jumlah chord dalam musik tetapi pada intinya adalah Mayor, minor dan diminished.
Kita bisa menemukan chord yang terdiri dari 4 nada misalnya, maka kita bisa menentukan jarak intervalnya dengan cara menghitung jarak interval nada satu dengan nada berikutnya dengan tetap berpedoman pada jarak interval yang ada pada tangga nada natural atau tangga nada C.

Di bawah ini akan diulas tentang chord  dalam nada dasar C :

1 . Chord C

  • Chord C disebut chord Mayor ( Major )
  • Mempunyai jarak interval 2 - 1,5, yaitu : jarak interval c - e : 2 dan e - g : 1,5
  • Bila chord C sebagai nada dasar maka tangga nada yang digunakan adalah  Ionian, karena Ionian adalah tingkatan tangga nada yang ke-1 
  • Bila chord C sebagai chord ke-4 maka tangga nada yang digunakan adalah Lydian
  • Bila chord C sebagai chord ke-5 maka tangga nada yang digunakan adalah Myxolydian
  • Chord C adalah Mayor, maka hanya bisa diterapkan sebagai chord I, IV dan V yang mempunyai hakekat Mayor
  • Macam-macam chord C ada banyak sekali ( akan saya bahas pada entri berikutnya )
  • Kromatis dalam chord C pada umumnya adalah : 
           1 . e - f - f# - g     
           2 . a - a# - b - c

  • Pada sebuah progressi  chord misalnya dari chord G menuju chord  Am, dapat digunakan kromatis d - d# - e atau g - g# - a, kromatis ini melibatkan 3 nada berbeda dengan kromatis yang diulas di atas yaitu melibatkan 4 nada.

Scales

Era sekarang banyak sekali genre musik yang berkembang dengan pesat, di era dahulu musik hanya terbagi menjadi jenis ClassicBluesJazzPop dan Rock n Roll, masing-masing jenis musik tersebut kini berkembang, misal seperti Classic RockFungky BluesPop KreatifSlow RockHeavy Metal dan masih banyak lagi.
Demikian juga para musisi yang berkecimpung di dalamnya, mereka berkembang baik pola permainannya ataupun jumlah musisinya yang mengusung beberapa aliran musik baru dan penggunaan tangga nada yang cukup asing didengarkan oleh khalayak umum. Perkembangan musik dan musisi yang demikian pesatnya ini terkait dengan semakin banyaknya tangga nada ( Scale ) yang mulai diakui keberadaannya menjadi milik kekayaan dunia, seperti Pentatonik Jawa, Sunda, Bali, dan beberapa tangga nada etnik India.
Hal ini memperkaya jenis musik dunia itu sendiri, keberanian musisi dalam mengkomposisi dan mengaransemen sebuah musik yang menggunakan tangga nada yang sifatnya baru semakin menyemarakkan musik dunia.
Guitar Scale adalah teknik permainan gitar yang mengacu pada tangga nada dan kaidah musik.
Menurut teori musik ada 7 tingkatan tangga nada selain tangga nada Penthatonic, yaitu :
1 . Ionian
2 . Dorian
3 . Phrygian
4 . Lydian
5 . Myxolydian
6 . Aeolian
7 . Locrian
Sebagai dasar penghitungan jarak interval tangga nada tersebut adalah tangga nada Ionian. Adapun susunan tangga nada Ionian tersebut adalah :

c - d - e - f - g - a - b - c`  ATAU  do - re - mi - fa - sol - la - si - do`

yang mempunyai jarak interval : 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2.
Dari ke-7 tangga nada di atas memang saling keterkaitan satu dengan yang lain, tetapi masing-masing tangga nada juga bisa berdiri sendiri dalam penggunaannya, yang tentunya hal ini berhubungan erat dengan pergerakan akor ( Chord Progression ). 


Penggunaan tangga nada yang sesuai dengan akor ( Chord ) memberikan nuansa yang indah, apalagi bila didalamnya juga diselipkan improvisasi dengan menggunakan tangga nada yang lain lagi, memang hal ini sangat dibutuhkan keberanian dan penguasaan materi karena tidak semua tangga nada bisa disisipkan ke dalam tangga nada yang sedang berlangsung atau dimainkan.
Contoh musisi pada jaman sekarang yang mempunyai keberanian menggabungkan beberapa tangga nada adalah : Alex HutchingsDamjan Pejcinoski, Bryan Aspey, Guthrie Govan, Daniel Rezende dan masih banyak lagi.